
JAKARTA 09 September 2008Kasus gagal panen padi Super Toy HL-2 di Desa Grabag, Purworejo, berkembang menjadi politis. Istana tidak terima kalau hanya padi yang pernah dipanen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diserang. Melalui Menteri Pertanian Anton Apriantono, istana ganti menyerang padi MSP yang pernah dipanen mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Kemarin SBY menggelar rapat kabinet membahas masalah pertanian, khususnya soal benih dan pupuk. Setelah rapat, Anton memberikan keterangan kepada wartawan. Bukan hanya itu. Menkominfo M. Nuh juga mendapat tugas menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Kominfo dengan tema yang sama.
Menurut Anton, berita tentang Super Toy terlalu dibesar-besarkan. ''Mengapa kalau Super Toy menjadi heboh, kalau MSP tidak diributkan?'' katanya.
MSP adalah varietas padi yang diluncurkan Megawati di Cariu, Bogor, pada 18 Desember 2007. Bibit padi MSP diklaim bisa menghasilkan 12 ton per hektare dan meningkatkan produksi padi hingga 60 persen. MSP sendiri singkatan dari Mari Sejahterakan Petani. Tapi, sering juga disebut padi Megawati Soekarnoputri (MSp).
Benih MSP juga sudah ditanam di Bali, Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Mega melakukan panen perdana padi MSP di Karangasem, Bali, pada Juli 2008, tiga bulan setelah SBY memanen Super Toy.
''MSP juga belum memenuhi syarat sebagai varietas unggul. Sama seperti Super Toy harus disempurnakan dulu, tidak boleh dikomersialkan,'' kata Anton.
Anton juga mengaku telah menegur Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) terkait lolosnya penanaman bibit padi Super Toy HL-2 dalam skala besar. Menurut Anton, Super Toy yang baru masuk tahap uji coba, seharusnya maksimal ditanam di lahan seluas 10 hektare. Karena produsennya terkait staf khusus presiden Heru Lelono, Super Toy bisa ditanam di lahan seluas 100 hektare.
Menurut Anton, pihak yang paling bersalah adalah perusahaan yang memproduksi Super Toy. Yakni, PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). ''PT SHI harus membayar kerugian petani,'' kata menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Secara terpisah, Menkominfo M. Nuh menggelar konferensi pers bersama Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimosso dan Kepala Badan Litbang Deptan Gatot Irianto. Menurut Nuh, masalah Super Toy sebenarnya masalah biasa. Hanya, karena tahun ini adalah tahun politik, masalahnya menjadi besar.
''Kalau masalah gagal panen, padi varietas unggul yang sudah tersertifikasi juga bisa mengalami. Jadi, tidak hanya Super Toy yang bisa gagal panen,'' katanya. ''Sebagai tambahan informasi, di Madiun Super Toy berhasil panen di areal 10 hektare dengan hasil 7,4 ton per hektare,'' sambungnya.
Menurut Nuh, risiko sebuah inovasi adalah kegagalan. Peluangnya ada dua, berhasil atau gagal. ''Mengapa presiden mau hadir di panen raya, karena presiden ingin mendorong inovasi dari siapa pun, anak bangsa kita,'' kata mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu.
Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimosso mengatakan, kalangan petani bisa melakukan uji coba menyilangkan berbagai jenis padi. Ini juga yang terjadi dengan Super Toy. Saat ini, kata Sutarto, Super Toy juga disahkan sebagai varietas unggul. ''Sifatnya memang masih uji coba,'' katanya.
Lalu bagaimana penyelesaiannya? Menurut Sutarto, Deptan tidak akan turun tangan langsung. Sebab, kewenangan menyelesaikan masalah tersebut ada pada kepala daerah. ''Menurut saya, yang paling tepat adalah PT SHI bertemu petani dan bupati menjadi wasitnya,'' kata Sutarto.
SBY Pertahankan Heru Lelono
Dua kali membuat malu SBY, tidak membuat staf khusus bidang otonomi dan pemerintah daerah Heru Lelono kehilangan jabatan. SBY tetap mempertahankan mantan kader PDIP yang pernah menjadi anggota tim suksesnya itu sebagai perangkat presiden.
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, presiden belum pernah menyinggung untuk mencopot jabatan Heru Lelono. ''Nggak ada wacana pencopotan,'' kata Andi.
Masalah Super Toy, kata Andi, menjadi tanggung jawab PT SHI dan penemunya. Yang dilakukan SBY, kata Andi, hanyalah mendorong setiap anak bangsa yang ingin berinovasi. ''Biar mereka yang menyelesaikan. Yang penting petani tidak dirugikan,'' katanya.
Seperti diketahui, ratusan petani di Desa Grabag, Purworejo, protes karena padi Super Toy produksi PT SHI gagal panen. Padahal, padi itu dijanjikan bisa dipanen tiga kali hanya dengan sekali tanam.
Saat panen pertama, SBY datang. Hasilnya saat itu memuaskan. Nah, saat panen kedua inilah ternyata tanaman padinya kopong atau tidak berisi. Para petani pun menuntut ganti rugi kepada PT SHI.
Celakanya, PT SHI masih terkait dengan istana. Sebab, komisarisnya adalah Heru Lelono, staf khusus presiden bidang otonomi dan pemerintah daerah. Heru menjadi komisaris utama PT Sarana Harapan Indogrup (SHI) yang membawahi tiga perusahaan, yaitu PT Sarana Harapan Indohidro, PT Sarana Harapan Indopangan, dan PT Sarana Harapan Indopower.
Sebelum kasus Super Toy, Heru sempat membuat malu presiden karena kasus blue energy yang melibatkan ilmuwan Djoko Suprapto, yang juga peneliti di PT Sarana Harapan Indopower.
Dikutip dari : www.jawapos.com
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar